Selasa, 01 Mei 2012

Kini Giliran Garut dan Tasikmalaya

Jabar Travel Expo (JTX) 2012 memprioritaskan pengenalan destinasi wisata di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya sebagai destinasi baru kunjungan wisata ke wilayah Jawa Barat. "Fokos JTX 2012 ini memperkenalkan destinasi Garut dan Tasikmalaya kepada para buyer dari 13 negara peserta expo ini, diharapkan ke depan ada peningkatan kunjungan ke kawasan itu," kata Ketua Jabar Travel Expo 2012, Hilwan Saleh di Bandung, Selasa (1/5/2012).

Pelaksanaan JTX 2012 dibuka oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan dan akan berlangsung pada tanggal 1-2 Mei 2012 dengan menjanjikan transaksi wisata.

Selama dua hari, menurut Hilwan sekitar 155 buyer dari 13 negara hadir dan melakukan transaksi pariwisata yang digelar di Grand Royal Panghegar Bandung. Ke-13 negara yang diundang itu merupakan negara yang cukup signifikan dalam membawa turisnya ke Indonesia, khususnya ke Jawa Barat.

"Tahun lalu JTE 2011 memfokuskan memperkenalkan destinasi Kuningan dan Majalengka, hasilnya cukup positif kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan itu meningkat," kata Hilwan.

Destinasi Garut dan Tasikmalaya, kata Hilwan, mengetengahkan obyek wisata air panas dan peristirahatan, sedangkan Tasikmalaya juga menjanjikan wisata alam, kerajinan, serta wisata religi.

Selain itu, jalur selatan Jabar di kawasan Garut Selatan hingga Tasikmalaya-Pangandaran menjadi obyek wisata pantai yang menjanjikan bagi wisatawan. "Kedua destinasi itu memiliki sektor pendukung pariwisata yang bagus, selain alam dan pengembangan wisatanya juga dukungan infrastruktur dan komoditas wisata, khususnya kuliner dan kerajinan," katanya.

Sementara itu, pada ajang JTX 2012, berlangsung transaksi dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, China, Jepang, dan Belanda. "Mereka langsung melakukan transaksi tanpa perantara, termasuk peserta dari Indonesia yang diwakili sejumlah travel nasional dengan menawarkan sejumlah destinasi wisata unggulan," kata Hilwan Saleh.

Ia menjelaskan JTX merupakan ajang tahunan yang digelar oleh insan perhotelan, travel, dan pelaku pariwisata lainnya di Jawa Barat, dan merupakan ajang yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pariwisata.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mendukung pelaksanaan JTX 2012 dengan memperkenalkan destinasi di Jabar selatan, khususnya Garut dan Tasikmalaya. "Pemerintah mendukung program wisata, sejalan dengan program pembangunan infratsruktur di kawasan selatan, termasuk Garut dan Tasikmalaya," kata Heryawan.

Salah satunya, pemerintah terus memperbaiki jalur selatan Jabar dari Pangandaran hingga Pelabuhan Ratu Sukabumi sepanjang lebih dari 420 kilometer, termasuk perbaikan kondisi jembatan.

Sumber : Antara

Pantai Batukaras, Surga Peselancar Pemula


Peselancar menjajal ombak di Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Kondisi pantai yang cukup dalam dan tanpa karang menjadi tantangan tersendiri bagi peselancar pemula dari dalam dan luar negeri.

Ciamis tidak hanya memiliki Pangandaran. Daerah di Jawa Barat itu juga memiliki pantai molek lain, Batukaras. Berjarak 35 kilometer arah barat Pangandaran, Batukaras siap menyuguhkan sensasi baru sekaligus menjadi surga bagi peselancar pemula.

Dannie (25), wisatawan asal Swedia, mengatakan, akhirnya menemukan pantai yang ia cari untuk mengasah kemampuan selancarnya. Sebagai peselancar pemula, selama ini ia mencari pantai berombak landai dengan gugusan pantai panjang tanpa karang di dasarnya.

"Angin kencangnya khas pantai selatan Jawa. Namun, karena pantainya tersembunyi di antara dua bukit karang, ombaknya jadi tidak tinggi. Saya tinggal bawa nyali," kata Dannie, yang sudah delapan bulan terakhir melakukan penjelajahan dari Bali hingga Jawa Barat, khusus mencari pantai berombak landai.

Hal yang sama dikatakan Kirana (32), penikmat olahraga selancar asal Bandung. Ombak di Batukaras tidak sebesar di Bali atau Sukabumi. Perairan Batukaras cocok bagi pemula yang ingin memperdalam kemahiran berselancar. Namun, tidak tertutup kemungkinan ombak besar juga mengentak Batukaras. Bulan Desember-Januari, gulungan ombak setinggi 1-1,5 meter bisa memuaskan penggila selancar.

"Saat itu, di tempat ini juga dilakukan perlombaan selancar nasional bagi pemula atau profesional. Tak jarang pesertanya datang dari luar negeri," kata Kirana.

Pasti mahir

Batukaras adalah satu dari tiga kawasan wisata unggulan Kecamatan Cijulang di Kabupaten Ciamis. Dua lainnya adalah Green Canyon dan Batu Hiu.

Tidak sulit bila ingin mengunjungi Batukaras. Ipik Taupik, pemandu wisata dari Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran, mengatakan, berkunjung ke Batukaras bisa lewat darat atau udara.

Batukaras sendiri berlokasi sekitar 315 kilometer (km) dari Bandung, atau sekitar 6 jam perjalanan dengan bus umum. Turun di Terminal Cijulang, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju Batukaras, berjarak sekitar 5 km. Perjalanan sambungan itu menggunakan ojek bertarif Rp 5.000-10.000 per orang. Atau, bisa juga menyewa angkutan umum Rp 60.000 per unit.

Jarak itu bisa dipersingkat bila menggunakan pesawat terbang berpenumpang 8 orang milik Susi Air rute Soekarno Hatta-Nusawiru di Cijulang dengan waktu terbang 3 jam. Perjalanan dari Nusawiru bisa dilanjutkan dengan ojek atau angkutan umum menuju Batukaras selama setengah jam.

Persewaan mobil dan sepeda motor juga bisa jadi alternatif. Tarif sewa mobil Rp 350.000 - Rp 400.000 per hari atau sepeda motor Rp 50.000 per hari. Pemandu wisata juga bisa diajak menemani perjalanan, yang jasanya bertarif Rp 350.000 per hari. Wisatawan akan dibawa mengunjungi sejumlah taman wisata alam, Pangandaran, Green Canyon, Penangkaran Penyu Batu Hiu, dan Batukaras.

Lalu bagaimana bila tidak punya peralatan selancar?

Jangan khawatir karena di Pantai Batukaras banyak persewaan papan selancar berbagai ukuran bertarif Rp 75.000 per setengah hari. Bila benar-benar buta perihal cara menggunakan papan selancar, bisa menyewa instruktur dengan tarif Rp 150.000 per jam. Biasanya instruktur akan membawa wisatawan ke tempat favorit di sekitar Batukaras seperti Karang, Legok Pari, dan Bulak Bendak.

Pengurus Batukaras Surf Club, Husni Ridwan, mengatakan, sekitar 50 instruktur di Batukaras sudah terlatih. Mereka mayoritas warga lokal yang lahir dan besar bersama Batukaras. Bahkan, ia berani menjamin bila dilakukan secara intensif selama 3 hari berturut-turut, wisatawan bisa menantang ombak sembari berdiri di atas papan selancar.

Pesona Batukaras tidak hanya perairannya yang ideal bagi peselancar pemula. Mirip dengan Batu Hiu dan Pangandaran, di Batukaras pun wisatawan bisa menikmati keindahan pantai selatan dari atas Karang Cikabuyutan dan Karang Bungalow. Pengunjung dimanjakan dengan pemandangan horizon Samudra Indonesia dari balik rimbunya pepohonan pantai.

"Coba Anda naik ke puncak karang. Anda akan melihat lautan lepas Samudra Indonesia di antara karang dan ranting pohon seperti Pantai Geger di Nusa Dua, Bali. Sempurna bagi Anda bila melihatnya saat matahari terbenam," ujar Herlina, pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia Jabar.

Bila belum puas juga, muara Batukaras menawarkan potensi wisata. Arnold Andi Madong, pemilik Hotel Riversider, salah satu hotel di Batukaras, mengatakan, menawarkan wisatawan menyusuri muara menggunakan perahu motor atau jet ski. Ada juga kawasan wisata Pantai Batu Payung, batu karang di tengah pantai berbentuk payung.

"Terjun dari batu karang setinggi 7 meter itu kerap jadi atraksi favorit wisatawan," katanya.

Perbaikan infrastruktur

Arnold mengatakan, tidak cukup hanya mengandalkan alam dan keramahan warga setempat membangun kawasan wisata ideal. Perbaikan infrastruktur harus dilakukan bila ingin menarik wisatawan lebih banyak.

Pembangunan hotel representatif perlu dilakukan. Saat ini di kawasan itu sedikitnya ada 10 hotel dan penginapan bertarif Rp 150.000 - Rp 250.000 per kamar per hari. Namun, dengan jumlah kamar kurang dari 20 unit per hotel, wisatawan biasanya menyewa rumah warga bertarif Rp 100.000 – Rp 150.000 per malam.

Perbaikan jalan juga harus menjadi perhatian. Arnold mengatakan, saat ini jalan menuju Batukaras dari Bandara Nusawiru sepanjang 5 kilometer hanya selebar 2,5-3 meter. Dengan jalan selebar itu, kerap kali timbul kemacetan saat musim libur. Akibatnya, banyak wisatawan dari Batu Hiu atau Pangandaran enggan mampir ke Batukaras.

"Jalan sekarang hanya cukup untuk satu bus. Saat akhir pekan atau hari libur dipastikan macet. Kalau sudah begitu banyak kendaraan balik arah sebelum sampai ke Batukaras," kata Arnold.

Kasubag Tata Usaha Unit Pengelolaan Teknis Daerah Dinas Pariwisata di Cijulang, Andang Koswara, sepakat dengan usulan itu. Alasannya, Batukaras sudah menjadi kawasan wisata kelas 1 tingkat nasional, sejajar Pangandaran. Bukan tidak mungkin bila ditingkatkan kualitasnya, Batukaras akan memberikan kontribusi lebih banyak bagi Kabupaten Ciamis. Data selama tahun 2011, pendapatan dari Batukaras mencapai Rp 637 juta, lebih banyak dari target awal Rp sebesar Rp 350 juta.

Sumber : Kompas Cetak

Lezatnya Otak-otak Makassar


Otak-otak Makassar.

Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong di Makassar.

Kotak kemasan di luar kardus tempat otak-otak ada tulisan oleh-oleh khas Makassar dengan warna kuning bunga matahari dan  hijau daun. Bungkusan otak-otaknya memang kelihatan cantik dengan daun pisang yang masih segar berwarna hijau muda.

Otak-otak ini diproduksi sejak tahun 1995 meneruskan usaha mertuanya. Rasanya tidak berubah sepanjang 17 tahun karena ikan tengirinya dijamin dari pilihan ikan terbaik. Sehari ikan tengiri yang harus digiling sebanyak 50 kilogram. Otak-otaknya agar awet sampai beberapa hari bisa disimpan di-freezer dan siap dimakan dengan dibakar lebih dulu.

Bungkusan otak-otaknya yang berukuran besar selebar ibu jari orang dewasa dan panjang 10 centimeter mengundang selera untuk segera mencicipinya apabila dihidangkan panas-panas setelah dibakar. Rasanya kenyal dan rasa ikan tengirinya sangat terasa. Apalagi dicocol dengan bumbu tauco rasanya tambah mantap.

Di Toko Elly yang menempati sebuah ruko ini sekaligus menjadi tempat membuat  otak-otak. Oleh-oleh khas Makassar lainnya yang juga bisa dibeli juga antara lain pisang hijau, kacang makassar, abon ikan, sambel kuning, markisa, minyak gosok dan kain sutra khas Makassar.

(kompas.com)