Selasa, 31 Juli 2012

Emirates Menangkan Penghargaan Skytrax 8 Tahun Berturut-turut

Perusahaan penerbangan Emirates memenangkan penghargaan Skytrax World Airline Awards dalam kategori sistem hiburan dalam pesawat ("inflight entertainment") selama delapan tahun berturut-turut.

"Semenjak kami menjadi perusahaan penerbangan pertama pada tahun 1992 yang memasang TV pribadi di setiap tempat duduk, Emirates fokus untuk terus berinvestasi dan meningkatkan sistem hiburan dalam penerbangan kami untuk semua penumpang," kata Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Emirates, Patrick Branelly, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Patrick Branelly, dengan diraihnya penghargaan bergengsi dari Skytrax sebagai "World`s Best Airline Inflight Entertainment" selama delapan tahun berturut-turut, maka hal tersebut membuktikan upaya Emirates dan menggambarkan apresiasi penumpang terhadap sistem informasi, komunikasi, dan hiburan yang dimiliki perusahaan itu.

Sementara itu, CEO Skytrax Edward Plaisted mengatakan, sebagai sebuah produk dan layanan di dalam pesawat, hiburan dalam penerbangan telah menjadi pembeda kualitas yang hebat.

Selain itu, menurut Edward Plaisted, sistem hiburan di dalam pesawat juga dinilai akan terus berkembang menjadi semakin penting untuk peringkat kepuasan pelanggan.

Penghargaan "World`s Best Airline Inflight Entertainment" dalam Skytrax World Airline Awards 2012 diraih berdasarkan pemungutan suara lebih dari 18 juta penumpang dari 100 negara.

Sistem inflight entertainment (IFE) milik Emirates yang memenangkan penghargaan tersebut bernama ICE ("information, communication, and entertainment"/informasi, komunikasi, dan hiburan) Digital Widescreen.

Sistem tersebut menawarkan lebih dari 1.400 pilihan saluran hiburan yang menarik, termasuk hingga 300 film dari seluruh dunia, ratusan pilihan serial televisi dan ribuan trek musik mulai dari genre musik kontemporer hingga klasik.

Selain itu, penumpang pesawat Emirates Boeing 777 yang baru kini dapat menikmati sistem ICE di layar TV pribadi dengan resolusi tinggi ("high definition"): 27 inci di Kelas Utama, 20 inci di Kelas Bisnis dan 12, 1 inci di Kelas Ekonomi, yang merupakan pilihan layar terbesar di dunia.

Emirates juga telah meluncurkan koneksi internet Wi-Fi di seluruh armada A380 dan memiliki 90 pesawat tambahan yang dilengkapi dengan sistem AeroMobil yang memungkinkan telepon seluler (ponsel) untuk digunakan saat di udara.

Hingga saat ini, lebih dari 11,5 juta penumpang telah menyambungkan ponsel mereka dengan menggunakan sistem AeroMobile tersebut.

(Antaranews)

Batavia, AirAsia Akan Kuasai Langit RI?

Ambisi perusahaan penerbangan berbiaya rendah atau low cost carier (LCC), Air Asia, untuk menguasai pasar regional perlahan mulai diwujudkan. Untuk pasar Indonesia, Air Asia setidaknya sudah sedikit berada di atas angin.

Cengkeraman maskapai penerbangan asal Malaysia ini semakin kuat usai perusahaan induk, Air Asia Bhd mengakuisisi 100 persen saham PT Metro Batavia sebagai operator Batavia Air. Tak tangung-tangung, anggaran sebesar US$80 juta atau Rp758 miliar (kurs Rp9475 per dolar AS) disiapkan untuk memuluskan rencananya itu.

Aksi ini tak dijalankan sendiri. Air Asia menggandeng PT Fersindo Nusaperkasa yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Indonesia Air Asia.

"US$80 juta akan kami bayar tunai yang dananya diambil dari internal perusahaan," kata Chief Executive Officer AirAsia, Tony Fernandes, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 25 Juli 2012.

Merujuk pada peraturan penerbangan sipil di Indonesia, Air Asia Berhad hanya akan memiliki saham Batavia Air sebesar 49 persen. Sementara mitranya, Fersindo mengantongi 51 persen dan menjadi pemegang saham mayoritas.

Dalam akuisinya ini, Air Asia dan Fersindo akan mengambil alih saham melalui dua tahapan. Pertama, pembeli akan mengakuisi saham mayoritas sebesar 76,95 persen pada tahun 2012. Kedua, pada 2013, sisa saham sebesar 23,05 persen akan diambil alih.

Tony mengakui kelemahan AirAsia di Indonesia adalah lemahnya penetrasi domestik. Untuk itu Air Asia akan menggunakan Batavia Air yang sahamnya telah diakusisi oleh perusahaan. "Akusisi Batavia Air karena cocok dengan strategi kami, Air Asia itu kuat di internasional namun lemah dalam penerbangan domestik," katanya.

Posisi Batavia Air saat ini dianggap telah kuat dalam jaringan penerbangan dan agen perjalanan di Indonesia. Hal ini tentu menguntungkan AirAsia yang lemah dalam penerbangan domestik dan dapat menangkap peluang pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia yang mencapai 15 persen per tahun.

AirAsia, lanjut Tony, mengakusisi seluruh aset Batavia Air, termasuk Aero Flyer Institute, pusat pelatihan aviasi yang mencetak pilot-pilot. Dengan mengakusisi Batavia Air maka dapat mempercepat rencana ekspansi di Indonesia.

Setelah akusisi ini, jumlah saluran distribusi AirAsia Indonesia akan meningkat 10 kali lipat menjadi lebih dari 5.000 agen perjalanan resmi dan lebih dari 70 kantor penjualan.

"Akusisi Batavia Air ini merupakan kesempatan fantastis bagi Air Asia untuk mempercepat rencana ekspansi maskapai di Indonesia, salah satu pasar penerbangan menarik di Asia. Hal ini juga menegaskan optimisme AirAsia terhadap potensi pertumbuhan sektor penerbangan di Indonesia," katanya.

Presiden Direktur Fersindo Nusaperkasa, Dharmadi, menjelaskan dengan diakusisinya Batavia Air maka jumlah pesawat yang dimiliki oleh AirAsia menjadi berlipat. AirAsia Indonesia memiliki 21 pesawat saat ini sedangkan Batavia Air mempunyai 33 pesawat.

Akusisi Batavia Air ini akan semakin memperluas jaringan rute AirAsia di pasar domestik sebagai feeder hub maskapai di Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan dan Surabaya

Maskapai penerbangan sekelas AirAsia memang tak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai bukti. AirAsia memperoleh penghargaan sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik di seluruh dunia. Penghargaan dari konsultan penerbangan ternama Skytrax ini menempatkan maskapai tersebut pada posisi diatas Jetstar Airways dan Virgin America.

Sejak diluncurkan sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah pada 2001, AirAsia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari 250 karyawan, dua pesawat, dan satu destinasi, saat ini AirAsia telah menjadi grup bertaraf ASEAN dengan lebih dari 8.000 karyawan, 104 pesawat, dan lebih dari 78 destinasi.

Tak Hanya itu, Air Asia juga dinobatkan sebagai Maskapai Maskapai Berkinerja Terbaik sepanjang 2012 atau dari majalah Aviation Week. AirAsia mengalahkan maskapai penerbangan bergengsi seperi Singapore Airline dan maskapai berbiaya hemat terbesar di Eropa, Ryan Air.

Penghargaan ini berdasarkan analisa statistik kinerja operasional dan keuangan sebuah maskapai penerbangan. AirAsia menduduki peringkat teratas dalam kategori pendapatan tahunan sebesar US$250 juta – US$2 miliar.

AirAsia menduduki peringkat teratas dengan total nilai 81 poin, RyanAir menduduki peringkat kedua dengan 78 poin, kemudian disusul Singapore Airlines dengan 70 poin.

Kemampuan Air Asia melebarkan sayap bisnisnya ke sejumlah negara utama Asia tak terlepas dari dukungan operasional yang terus meningkat. Jika pada 2008, jumlah pesawat Air Asia hanya berjumlah 78 unit, pada 2011 lalu bertambah menjadi 97 unit.

Bertambahnya jumlah pesawat sejalan dengan makin besarnya jumlah penumpang yang menggunakan armada tersebut. Jika pada 2008, sebanyak 11.808.058 orang naik Air Asia maka tahun 2011 bertambah menjadi 17.986.558 orang.

Menanggapi akuisisi yang dibuat Air Asia, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) menilai langkah tersebut semakin menegaskan potensi penerbangan di Indonesia cukup besar.

Ketua INACA, Emirsyah Satar, menjelaskan bahwa akusisi yang dilakukan terhadap Batavia Air merupakan aksi normal, karena maskapai dalam negeri tersebut sendiri pun bersedia untuk diakusisi. "Akusisi ini bukan proses caplok-mencaplok," katanya.

Hampir senada dengan INACA, Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, menilai langkah Air Asia merupakan strategi perusahaan untuk menguasai pasar Indonesia yang tumbuh sangat cepat. "Mereka sudah mempersiapkan diri untuk penerapan ASEAN Open Sky," katanya.

Alvin menilai langkah AirAsia membeli maskapai penerbangan di Indonesia merupakan langkah paling praktis untuk mewujudkan mimpinya menguasai pasar regional. Dengan rute dan agen perjalanan yang dim

Senin, 30 Juli 2012

5 Fakta Menarik Mengenai Adzan

Adzan Shalat Subuh

Setiap hari kita mendengar adzandimulai dari subuh sampai adzan isya'. Adzan senderi merupakan media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzanjuga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Nah..Lima fakta mengagumkan seputar adzan berikut ini :

1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung "Kekuatan Supranatural"
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.

2. Asal Mula Yang Menakjubkan:
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.

Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: "Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: "Segala puji bagimu."
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.

3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:
Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar. Peristiwa besar yang dimaksud adalah:

- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka'bah.

- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.

4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000

5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.