Sabtu, 01 September 2012

Hanya Boleh Bawa Rokok 50 Batang ke Australia

Untuk mengurangi jumlah perokok dan juga menambah pemasukan, mulai 1 September 2012, Australia akan memberlakukan peraturan baru bahwa setiap penumpang yang tiba dari luar negeri hanya diperbolehkan membawa 50 batang rokok (sekitar 2 bungkus). Tindakan ini sudah mendatangkan protes dari pengelola bandara karena peraturan ini dianggap dilaksanakan terburu-buru, sementara penumpang dari Asia masih belum mengetahui adanya peraturan tersebut.

Pengelola bandara mengkhawatirkan adanya antrean panjang di tempat pemeriksaan barang di saat petugas pabean memastikan peraturan baru tersebut dilaksanakan. Penumpang masih boleh membawa rokok dalam jumlah banyak, tetapi mereka harus membayar pajak untuk itu. Bila tidak, maka rokoknya akan disita.

Peraturan sebelumnya—yang sama seperti di banyak negara lain—adalah setiap penumpang boleh membawa 250 batang rokok atau 250 gram produk tembakau. "Para penumpang sudah mengalami penundaan ketika masuk ke Australia di sejumlah bandara internasional karena pengurangan petugas pabean tahun lalu. Sekarang, penerapan pengurangan jumlah rokok yang dibawa malah akan semakin memperparah situasi," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Bandara Australia Caroline Wilkie seperti dikutip harian Brisbane Times.

Menurut Caroline Wilkie, penumpang, khususnya dari Asia dan China, tidak mendapatkan banyak pemberitahuan soal ini. "Kami tahu bahwa iklan baru akan disebarkan di China di bulan November, dua bulan setelah aturan ini diberlakukan, dan China adalah salah satu negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia," tambah Wilkie.

Menurut Wilkie, mereka sudah meminta kepada Pemerintah Federal Australia untuk menunda penerapan aturan ini sampai bulan Maret tahun depan. Namun, seruan mereka tidak mendapatkan tanggapan. Wilkie juga menambahkan, penerapan aturan yang tergesa-gesa ini malah memperburuk citra Australia bagi turis asing yang baru datang. Padahal, Australia sekarang sedang gencar melancarkan promosi bagi turis-turis asing, terutama dari China.

"Bandara Australia sudah menanamkan modal miliaran dollar guna meningkatkan kenyamanan bagi penumpang. Inisiatif pemerintah ini akan menimbulkan konsekuensi serius bagi reputasi Australia, dan akan berdampak buruk bagi turis yang akan datang lagi," tambah Wilkie.  

Ini Bukan Rendang Biasa


Barelek Rendang yang diselenggarakan Underground Secret Dining di Museum Bank Mandiri, Sabtu (4/8/2012), menyuguhkan aneka rendang.

Rendang bukan hanya daging kering kehitaman dengan bumbu pedas atau dengan bumbu agak basah berwarna kemerahan. Ada pula rendang dari daun kayu hingga ketan hitam.

Rendang adalah proses memasak, menghilangkan air hingga masakan yang dihasilkan menjadi tahan lama. Sama seperti menumis yang bisa berbahankan berbagai macam sayuran atau daging, rendang tak hanya terbuat dari daging sapi, seperti yang lumrah dijumpai di rumah makan Padang. Rendang bisa juga dibuat dari kerang, belut, itik, bahkan dedaunan. Bumbunya berbahan dasar santan, bawang merah dan putih, cabai merah, dan berbagai rempah. Rasanya tak hanya asin dan pedas. Ada pula rendang yang berasa manis.

Di tanah asalnya Minang, rendang adalah masakan adat. Bahkan, ada pula yang jadi penanda status sosial. Itulah sekelumit hasil perjalanan Reno Andam Suri, perempuan Minang yang sudah delapan tahun membuat bisnis rendang Uni Farah di Jakarta. Selama sebulan pada tahun lalu, Reno pulang kampung untuk menelusuri jejak rendang warisan leluhur.

Cerita perjalanan itu menghasilkan buku Rendang Traveler, yang dibagikan kepada peserta Barelek Rendang yang digelar komunitas Underground Secret Dining di Jakarta, awal Agustus. Sekitar 60 peserta diajak merasakan pesta rendang, pesta adat yang digelar orang Minang untuk merayakan acara keluarga.

Di acara barelek (pesta) di Museum Bank Mandiri ini, peserta tak hanya diajak menyantap beragam rendang, tetapi juga diajak menikmati barelek. Mereka duduk lesehan secara berkelompok, mengelilingi taplak putih panjang yang menjadi alas makanan. Saat makanan tiba, kami pun berbagi dengan rekan sekelompok.

Ada enam macam rendang yang disajikan. Semuanya adalah rendang yang tak biasa ditemukan di rumah makan Padang. Ada rendang tumbuak, rendang lokan (kerang), rendang daun kayu, rendang belut, rendang telur, dan bareh randang. Rendang tumbuak atau rendang tumbuk adalah rendang dari Payakumbuh yang terbuat dari daging cincang yang dibuat bulat seperti bakso. Jadi, diperkirakan sudah ada pengaruh China dalam rendang ini.

Rendang daun kayu

Rendang lain yang berasal dari Payakumbuh adalah rendang daun kayu, rendang telur, dan bareh randang. Beragamnya rendang dari daerah di timur laut Kota Padang ini menandakan bahwa rendang tak harus selalu dibuat dari daging. Bahan apa pun yang ada di sekitar bisa dimanfaatkan, termasuk berbagai jenis daun. Daun yang biasa dipakai untuk membuat rendang adalah daun yang pepohonannya biasa terdapat di halaman rumah, salah satunya adalah pucuk daun surian. Pohonnya tinggi, kayunya bisa dijadikan bahan untuk membuat rumah.

Kala dijadikan rendang, yang disebut rendang daun kayu, daun surian diberi campuran daun lain, seperti daun jirak, mali-mali, rambai, dan daun arbai. Untuk menambah rasa manis, ditambahkan daging ikan haruan atau gabus. Plus kelapa parut, lalu digoreng kering. Daun dan parutan kelapa pun terasa renyah. Nikmat diaduk dengan nasi hangat.

Yang tak kalah unik adalah rendang lokan yang berasal dari daerah pesisir, seperti Painan atau Pariaman. Rasanya kenyal, menyatu dengan bumbu asin dan pedas. Rendang sapuluik itam (ketan hitam) dari daerah Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota, dekat Payakumbuh.

Diceritakan Reno dalam bukunya, rendang ini terbuat dari tepung ketan hitam yang dicampur telur, santan, diberi bumbu bawang putih, bawang merah, dan garam. Adonan ini dikukus lalu dipotong kotak-kotak setelah dingin. Wujudnya yang berwarna hitam membuat rendang sapuluik itam mirip rendang hati sapi.

Coba juga rendang belut di Batusangkar, rendang itiak dan jariang yang ada di Bukittinggi, rendang pensi (Danau Maninjau), atau bareh randang yang manis (seperti wajik ketan) asal Payakumbuh. Semua dijamin nikmat.

Dibantu beruk

Reno bercerita tentang kisah perjalanannya menelusuri jejak rendang, antara lain tentang salah satu bumbu wajib rendang, yaitu santan, didapat dari kelapa yang dipetik seekor beruk (monyet). Si monyet memilin kelapa dan melepaskan dari pohon sesuai arahan pemilik yang berdiri di bawah pohon. Pemilik monyet mengarahkan hewan piaraannya itu dengan menggunakan tali yang diikatkan pada tubuh monyet.

Cerita lain adalah ketika Reno ikut serta dalam pembuatan rendang tumbuk. Di tempatnya berasal, Payakumbuh, bulatan-bulatan daging hanya dibuat dengan satu tangan, yaitu tangan kanan. Dengan tangan ini, daging dibuat seperti bakso di pinggir baskom atau di piring.

"Saya dimarahi ibu-ibu di sana ketika membulatkan daging memakai dua tangan. Menurut mereka, tangan kiri harus bersih, tidak boleh ikut campur. Ternyata ada alasannya, yaitu tangan kiri dibutuhkan untuk mengaduk," kata Reno.

Ada pula rendang yang tak boleh dimakan, disebut samba godang, yang artinya lauk besar. Samba godang adalah rendang yang terbuat dari daging utuh seberat 0,5-1 kilogram. Biasanya dibuat oleh yang punya acara dan akan disajikan di ujung barisan hidangan, di atas meja panjang.

Samba godang dibuat sebagai simbol status si empunya pesta. Makanya, daging besar ini tidak boleh dimakan, hanya boleh ditatap ketika pesta berlangsung.

Sumber :
Kompas Cetak

10 Hotel dengan Fasilitas Termewah di Dunia

Fasilitas menu bantal di hotel The Benjamin, New York, Amerika Serikat.

Mulai dari sentuhan penuh kemewahan seperti pilihan bantal sampai antar jemput menggunakan helikopter, hotel-hotel berbintang di seluruh dunia selalu memiliki cara untuk memuaskan tamu-tamu kelas atasnya. 

Berikut merupakan 10 hotel yang memberikan fasilitas begitu menakjubkan, hingga tamu pun serasa "hidup" dalam kemewahan. Daftar ini dirangkum oleh TripAdvisor, sebuah situs perjalanan wisata. 

Mimpi indah. Siapa bilang waktu tidur begitu membosankan? Hotel Ritz-Carlton di Pulau Amelia, Florida, Amerika Serikat, berusaha mematahkan anggapan ini. Bajak laut, putri raja, dan burung k+akatua akan hadir dalam kamar Anda untuk memberikan kejutan bagi si kecil.

Mereka akan membacakan kisah-kisah pengantar tidur untuk anak Anda. Tak hanya cerita, susu hangat dan kue kering akan diantar ke kamar, sebagai camilan sebelum tidur si kecil. 

Pelayan sabun. Di hotel Viceroy Riviera Maya yang berada di Playa del Carmen, Meksiko, seorang pelayan hotel bertugas memotong-motong sabun yang menjadi favorit tamu. 

Sabun-sabun ini dibuat oleh warga sekitar hotel. Tamu bisa memilih sabun mana yang disukai. Aroma sabun berubah tergantung musim. Termasuk di dalamnya adalah aroma melon di musim semi dan aroma kayu manis di musim dingin.

Jemputan mewah. Kemewahan ala Peninsula Hongkong dicerminkan dari pelayanan jemput di bandara. Tamu dijemput dengan mobil mewah Rolls-Royce. Tak hanya itu, tamu benar-benar dijemput sesaat setelah tamu turun tangga pesawat. 

Kemudian, tamu dikawal saat melakukan proses imigrasi. Tentu saja, selama proses penjemputan dan pengawalan, barang bagasi akan dibawakan oleh pihak hotel. 

Menu bantal. Bantal yang tak nyaman bisa hanya akan membuat tamu tak kerasan tinggal di hotel. Oleh karena itu, hotel The Benjamin di kota New York, Amerika Serikat, memiliki fasilitas menu bantal untuk memenuhi kebutuhan para tamu. 

Tipe bantal yang tersedia mulai dari bantal yang berisi air, bantal dengan terapi magnet, bantal anti ngorok, bantal berisi gandum, sampai bantal untuk tubuh. 

Tombol pelayan. Tak perlu repot memanggil pelayan hotel. Hotel The Oberoi di Gurgaon, India, memiliki solusinya. Selain, jasa pelayan tersedia selama 24 jam, hotel ini juga menyediakan tombol khusus untuk memanggil pelayan. 

Santai sejenak. Sentuhan apik namun mewah bagi pelancong-pelancong yang perlu relaksasi. Sebuah tempat tidur gantung yang biasa dipasang di tepi pantai bisa Anda temukan di hotel W Mexico City di Meksiko. Bedanya, tempat tidur ini berada di dalam kamar mandi.

Prasmanan kapan saja.
 Menu prasmanan yang tersedia di hotel berbintang biasanya disajikan untuk sarapan tamu. Namun, pilihan antara ingin tidur atau mengejar waktu sarapan, seringkali dilematis. Waktu sarapan memang biasanya dibatasi hanya sampai jam tertentu. 

Padahal, menu prasmanan untuk sarapan tersebut sudah termasuk dalam tarif menginap. Nah, di Continental Palacete, Barcelona, Spanyol, tamu bisa menikmati prasmanan tersebut kapan saja, sebab tersedia selama 24 jam. 

Sejumput nostalgia. Masuk ke dalam kamar di hotel Orbit Inn yang berada di Palm Springs, Kalifornia, Amerika Serikat, seakan membawa tamu ke nuansa nostalgia. Bagaimana tidak, fasilitas kamar termasuk pemutar piringan hitam yang jadul tetapi masih bisa dipakai.

Tentu saja bersama beberapa koleksi album piringan hitam termasuk album Frank Sinatra. Tambahan lagi lampu lava ala disko, pengocok martinis dan gelas cocktail termasuk dalam fasilitas yang tersedia.  

Pancuran sauna. Di hotel St Augustine di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat, sebuah kamar steam atau uap untuk sauna tersedia bagi tamu. Tetapi bukan sedekar kamar sauna biasa. Sauna ini dilengkapi dengan pancuran air yang berfungsi untuk memijat. 

Naik helikopter. Tamu bisa naik helikopter dan dijemput dari bandara langsung menuju hotel Zoetry Agua Punta Cana di Republik Dominika. Perjalanan tersebut memang jadi cepat, hanya 10 menit. Namun, pemandangan selama berada di atas helikopter begitu menakjubkan.

 Sumber : news.com.au