Jumat, 29 Maret 2013

Di Balik Heboh Eyang Subur



 Ilustrasi

Oleh A.A. Ariwibowo

Eyang Subur, yang disebut-sebut sebagai "orang pintar" dari kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, serta-merta dirayakan oleh media massa cetak dan elektronika sebagai heboh. Ada apa di balik gaduh seputar warta heboh Eyang Subur?

Khalayak pembaca dan pemirsa dalam hitungan detik menjatuhkan palu godam pernyataan sebagai jawaban atas pertanyaan seputar heboh Eyang Subur.

Dengan menggunakan logat wicara keseharian, tercetus pernyataan sarat keheranan, "Hari gini, hari gini...masih ada yang percaya hal seperti itu?"

Berangkat dari kesaksian sejumlah artis yang mengaku pernah berhubungan dengan Eyang Subur, media massa menghidup-hidupkan gejala "dunia lain" itu sebagai heboh, artinya sesuatu yang menggegerkan dan menggetarkan lantaran mengusik rasa ingin tahu pembaca.

Kosa kata "orang pintar", "dunia lain", "dunia mistik", "dunia gaib" seumpama energi listrik. Energi listrik mempunyai power untuk menyalakan lampu, namun tidak ada yang sungguh melihat wujud energi listrik itu seperti apa.

Kosa kata yang mengitari heboh Eyang Subur lantas mengerek pemahaman pembaca bahwa ada seseorang yang dipercaya punya anugerah khusus untuk mampu melihat hal-hal yang tidak kelihatan. Yang gaib, lantas diharapkan bertuah bagi kehidupan, tanpa menyertakan usaha kerja.

Dalam kehidupan Jakarta yang sarat kompetisi bisnis, ada beberapa ungkapan sohor, antara lain ingin bisnis anda melesat, jangan lupa sesajen ke gunung ini, ke gunung itu. Ingin karier politik melesat, silakan mendatangi orang pintar bernama XYZ.

Di dunia artis, ada sejumlah pengakuan wicara dari mujarab Eyang Subur. "Saya anggap Eyang orangtua, saya silahturahmi aja nggak ada maksud lain. Saya tidak pernah menganggap Eyang itu guru. Eyang memang waktu itu saya lihat punya kharisma," kata artis serbabisa Dorce Gamalama.

Ada juga pengakuan dari seorang pegawai swasta yang mengaku menjadi murid Eyang Subur sejak 1995 hingga 2005, Joko Triono. Ia mengungkapkan bahwa korban Eyang Subur ada yang berasal dari kalangan pejabat dan militer, meski pada akhirnya sinyalemen itu musykil dibuktikan.

Heboh Eyang Subur tersembul ke permukaan ketika Adi Bing Slamet dan sejumlah korban dari Eyang Subur menyatakan kesaksian seputar ajaran sesat dan segepok perlakuan merugikan dari Eyang Subur.

"Saya di sini bersama teman-teman yang punya pengalaman yang sangat pahit. Kita dibikin sesat sesesat-sesatnya," kata Adi ketika ditemui di daerah Cilanda, Jakarta Selatan.

Ungkapan sesat sesesat-sesatnya kemudian dibingkai dengan sejumlah perilaku yang merugikan, antara lain sang korban dibikin gila, dibuat mau jatuh dari ketinggian, diminta agar menyerahkan sejumlah harta kepada sosok yang dianggap berkharisma itu, dijadikan istri oleh orang yang disebut-sebut punya kekuatan mistik, bahkan dilarang beribadah menurut tatacara agamanya.

Di satu sisi, media massa yang memegang dogma bahwa pembaca kerapkali mencari dan menyenangi segala sesuatu dari dunia sarat spekulasi, dunia yang tidak bisa dicari ujung pangkal kebenarannya.

Di sisi lain, media massa berkewajiban "mengilmiahkan apa yang masyarakat alami dan rasakan dalam kehidupan keseharian", artinya media massa hendaknya tidak terjerambab dalam dunia perdukunan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh akal budi.

Bukankah misi suci dari media massa, salah satunya mengomunikasikan segala pengalaman masyarakat dalam bingkai rasionalitas?

Di balik heboh sosok itu, siapa sebenarnya Eyang Subur? Di mata pelawak Tessy, pria tua itu bukanlah dukun. "Aslinya dia itu tukang jahit," kata anggota kelompok lawak Srimulat itu. "Setahu saya, kalau teman-teman datang ke rumahnya di waktu magrib, Eyang Subur malah suruh salat."

Pengakuan serupa juga dikemukakan oleh anggota Srimulat lainnya, Gogon yang mengenal Subur sejak 1983. "Kami tidak pernah disyarati dan saya tak pernah meminta supaya terkenal," katanya.

Sementara paranormal Permadi membantah bahwa Subur adalah dukun. Tempat kediaman Eyang Subur hanya menyerupai dengan kasepuhan. Di sana mereka membahas dan membicarakan penyakit, agama, dan negara.

Nah, ketika media massa menyoroti heboh soal Eyang Subur, maka yang dijadikan sasaran liputan yakni soal-soal sihir. Sihir dalam arti sebenarnya yakni suatu teknik yang gaib untuk menguasai alam, menguasai orang, malahan menguasai Yang Ilahi.

Menurut amatan ahli filsafat agama, Nico Syukur Dister OFM dalam bukunya Pengalaman dan Motivasi Beragama, sihir dalam arti sebenarnya bukanlah agama, karena sudah dilepaskan dari konteks religiusnya, sehingga berdiri sendiri sebagai semata-mata teknik penguasaan.

Dalam artikulasi "dunia lain", "dunia mistik", dan "dunia gaib", ada pihak yang menguasai, ada pihak yang dikuasai.

"Dunia lain", "dunia mistik", dan "dunia gaib", pada kenyataannya merupakan campuran agama dan teknik imajinasi, yang senantiasa condong merosot menjadi upaya untuk mencari untung dalam usaha menguasai pihak lain. Istilah ngetrennya, "guna-guna".

Gejala serba mistik itu, di mata pembacaan ahli filsafat Franz Magnis-Suseno SJ, ketika menulis mengenai pemikir politik Tan Malaka, menulis bahwa alasan bangsa Indonesia terbelakang salah satunya karena bangsa ini masih terperangkap dalam Logika Mistika.

Tan Malaka dalam karyanya Madilog menunjuk bahwa logika mistika adalah logika gaib, maksudnya cara berpikir yang tidak menjelaskan segala apa yang terjadi dalam dunia nyata dengan mencari sebab-musababnya dalam dunia nyata, melainkan dengan mengembalikannya kepada perbuatan roh-roh di alam alam gaib yang berada di belakang alam nyata.

Mereka yang masih dibelit oleh logika gaib dijamin tidak bisa merengkuh kemajuan, karena ia mengharapkan segala kemajuan dari anugerah kekuatan-kekuatan gaib. Inilah makna yang perlu dipegang oleh media massa ketika mewartakan heboh soal Eyang Subur.

Kalau bangsa Indonesia hendak menjadi bangsa besar, maka ia harus melepaskan dan melucuti kepercayaan kepada kekuatan-kekuatan gaib, kekuatan mistik dan segera menoleh dengan menggunakan ilmu pengetahuan.

Ini merupakan, "perkawinan antara sains dan teknik", demikian Tan Malaka dalam karyanya bertajuk Madilog. Caranya? dengan berpikir logis!

Menurut dia, berpikir logis secara sederhana berarti bahwa "persoalan pasti dijawab dengan pasti pula". Bukankah tugas media massa mewartakan segala persoalan agar menemukan jawaban-jawaban yang mendekati kepastian? Media massa perlu bernalar logis, bukan bernalar magis.

Ketika media massa mengolah heboh Eyang Subur, maka media massa perlu melakukan pembedaan secara ketat dan terinci (distingsi).

Artinya? Media massa perlu membedakan antara yang nyata dengan yang khayal, antara yang pasti dengan yang meragukan, yang tepat dengan yang kabur, antara hal yang berguna dengan hal yang sia-sia.

Ketika media massa memberitakan dan menayangkan segala warta yang bernuansa "dunia lain", "dunia mistik", dan "dunia gaib", maka media massa sedang memiskinkan dan mengosongkan makna hidup manusia atau menjadikan manusia semata-mata alat belaka.

Ketika memaknai heboh Eyang Subur, maka media massa dituntut memberi rasa kepastian (sense of certainty), bukan justru menyajikan hal-hal yang serba tidak pasti.

Secara kelakar, "persoalan pasti dijawab dengan pasti pula" kerapkali mengganggu mereka yang punya kuasa di kantor pemerintah atau swasta, di birokrasi pemerintah atau swasta. Salah satu jawabnya, jangan ada hantu di hati Anda.

Sumber : ANT

6 Hal Yang Harus Anda Tahu Saat Naik Pesawat

article-image

Menjadi salah satu akomodasi paling sering digunakan untuk traveling, naik pesawat adalah hal umum bagi wisatawan. Namun ternyata, ada 6 hal yang harus Anda tahu saat naik pesawat.

Sebuah situs sosial bernama Reddit mengumpulkan pertanyaan dan jawaban mengenai serba-serbi pesawat. Mulai dari mengapa lampu kabin diredupkan saat akan terbang dan mendarat, hingga apa yang harus dilakukan jika ada orang yang tiba-tiba ingin membuka pintu darurat saat di udara.

Dari CNN Travel, Rabu (27/3/2013) inilah 6 hal yang harus Anda tahun sebelum traveling dengan pesawat:

1. Toilet pesawat bisa dibuka dari luar

Kunci toilet pesawat bisa dibuka dari luar, dan ini berlaku bagi semua toilet di setiap jenis pesawat. Setiap pilot dan awak kabin mengetahui bagaimana cara membuka pintu toilet tersebut. Bahkan, bisa jadi beberapa penumpang pun mengetahui bagaimana cara membukanya.

2. Mengapa lampu kabin diredupkan

Lampu dalam kabin akan diredupkan saat akan terbang dan mendarat di penerbangan malam. Ternyata peredupan lampu ini bisa membantu mata Anda menyesuaikan dengan cahaya yang minim. Ini akan sangat membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan pesawat. Dengan mata yang sudah bisa menyesuaikan di kegelapan, proses penyelamatan diri bisa lebih mudah.

3. Jangan gunakan selimut di pesawat jika tidak di bungkus

Menurut para ahli, jangan gunakan selimut dan bantal yang diberikan jika tidak dibungkus plastik. Karena kemungkinan besar selimut dan bantal yang diberikan tanpa plastik biasanya sudah digunakan oleh orang lain. Anda boleh saja menggunakannya jika tak peduli dengan kemungkinan benda tersebut sudah digunakan orang sebelum Anda.

4. Tak perlu takut jika ada yang mengancam akan membuka pintu darurat

Saat duduk di dekat pintu darurat, ada saja rasa takut akan hadirnya orang jahat dan stres yang ingin membuka pintu darurat. Tak perlu kuatir akan hal itu. Karena kalaupun ada orang yang mengancam akan membuka pintu darurat, ia takkan bisa membukanya dengan seorang diri. Tekanan udara dan ketinggian tidak memungkinkan untuk membuka pintu darurat seorang diri.

5. Ternyata, bisa lho mengintip kokpit!

Menurut pengakuan seorang pilot di Reddit, berkunjung ke kokpit boleh-boleh saja. Menurutnya, menunjukkan isi kokpit merupakan bagian terbaik dari pekerjaannya, apalagi jika ada penumpang yang penuh rasa penasaran. Sebenarnya bisa saja Anda mendatangi kokpit sesaat sebelum berangkat, untuk melihat betapa sibuknya para pilot. Namun saat paling baik mengintip seperti apa ruang kerja para pilot adalah saat sudah mendarat karena keadaan sudah santai.

6. Para awak kabin tidak akan memberi tahu keadaan darurat

Menurut awak kabin di Reddit, mereka tidak akan memberi tahu para penumpangnya saat pesawat benar-benar dalam keadaan darurat. Karena, mereka tidak ingin menghadapi keributan saat keadaan benar-benar genting.

BeritaTerkiniOnline.com

BeritaTerkiniOnline.com


Makanan yang Mengandung Kolesterol Tinggi

Posted: 28 Mar 2013 10:38 PM PDT

Kolesterol merupakan sejenis senyawa berlemak yang diproduksi oleh liver dan berguna sebagai pembungkus lapisan syaraf dan pelindung sel tubuh. Banyak sekali anggapan bahwa kolesterol adalah zat berbahaya yang harus diperangi, agar tidak mengganggu kesehatan. Sebenarnya asumsi ini kurang tepat, karena kolesterol tetap diperlukan oleh tubuh, sebagai enzym katalisator proses biokimia didalam tubuh dengan jumlah antara [...]